What Is Faithfulness?
A shepherd once came to the city of Edinburgh from the country. He had his small obedient dog with him. While there, the man died and was buried. That little dog lay upon its master's grave-not for a day, a week, or a month, but for 12 years. Every day at one o'clock a gun was fired in the castle of Edinburgh. When the gun was fired the dog would run to the local baker who gave it food and water. Then back to the grave it would go. This continued till the dog died 12 years later. That was faithfulness!
A man threw a goose, which had been run over and crushed by a car, into an oil drum. For seven years the gander, that goose's mate, never went more than ten feet away from that oil drum. That was faithfulness!
George Mueller prayed for 52 years for a certain man to come to Christ. A pastor visited an elderly man 21 times before being admitted, but then he befriended the man and led him to Christ. That was faithfulness!
A Welsh postman had the British Empire Medal conferred upon him by Queen Elizabeth; he had not missed a day's service in 43 years.
Paul Dhrlick, the chemist, performed 605 unsuccessful experiments; the 606th was a success!
Thomas Edison made 18,000 experiments before he perfected the arc light. After experiencing 50 failures on another project he said, "I have found 50 ways it cannot be done!" That was faithfulness!
During the Korean War a man buried himself in the muck and mud of a pig sty (except for his nose and mouth so he could breathe) for eight days and nights rather than betray his buddies and surrender to the enemy. That was faithfulness!
Are you not glad that Jesus was faithful in dying for us and that He now lives and is faithful to care for us? God grant us grace to be faithful!

Salah satu sifat utama Allah, yang aku syukuri sampai sekarang ini adalah kesetiaannya yang tidak pernah berubah hingga saat ini. bahwa Allah adalah Allah yang ndablek, Allah yang gak pernah menyerah.
Kenapa Ia tidak menyerah? Karena Dia setia.
Setelah membaca cerita diatas, aku jadi bertanya – tanya pada diriku sendiri. Akankah aku tetap setia seperti mereka? Paul Dhrlick , mencoba enam ratus sekian percobaan, barulah berhasil, bahkan Edisson mencoba 18.000 percobaan barulah ia bisa berhasil.
Aku bertanya-tanya sendiri lagi. Kok mau-maunya ya mereka mencoba selama itu? Kok bisa-bisanya anjing itu menunggu selama 12 tahun, padahal mereka nggak tahu peristiwa apa yang bakal terjadi di depan. Sudah susah-susah, malah rumahnya Thomas Alfa Edisson sempat kebakaran lagi, duh duh duh! Kok mau amat sih?
Tapi, itulah yang namanya kesetiaan. Aku terkadang kalo sempat suka nonton acara: “katakan cinta”. Itulohh, program variety show yang menanyangkan adegan ‘penembakan’ cowok ke cewek yang dikagumi maupun sebaliknya, tiap hari minggu sore. Kadang suka lucu aja, membayangkan kenekatan mereka. Lha iya kalo diterima, kalo ditolak? Eeeuuuy, malu yah!
Apalagi ditonton orang seluruh Indonesia? Ogah ah! Kenekatan mereka kadang patut diancungi jempol. Kalo cowok yang ga kita suka nembak kita, kita sih bisa mundur pelan-pelan. Mulai bilang ‘ndak ada’ kalo dia telpon, berhenti balas smsnya, akhirnya… loose contact deh. Yah, mudah2an si cowok itu jadi keki, menyerah en akhirnya gak pernah kontak2 kita lagi deh… Tapi hal itu ndak berlaku sama Tuhan. Dia tetep Allah yang nekat. Walau sudah tau bakal ditolak berulang kali sama kita tapi dia tetap menunggu.. menunggu… dan menunggu… , sampai akhirnya suatu saat kita sadar, bahwa kita membutuhkan sang gembala.
Dibutuhkan percobaan beratus-ratus kali bagi Paul Dhrlick supaya percobaannya bisa berhasil, dibutuhkan kegagalan sebanyak 18.000 kali bagi Thomas Alfa edisson sebelum dia menemukan pijar bola lampu.
Allah lebih daripada mereka.
Sebanyak apapun penolakanmu, Ia tidak akan pernah menyerah. Kesetiaannya dibayar dengan mahal, dengan mati diatas kayu salib bagi kita. Sejauh apapun engkau berlari, seberepa dalampun Engkau menolak dia, bahkan ketika engaku menyangkal dia, dia akan tetap setia. Karena Ia adalah Allah yang setia dan tidak dapat menyangkali diriNya yang notabene adalah setia.
KesetiaanNya tetap sama, baik dulu sekarang dan selama-lamanya. Ia masih menantimu disana, pintu pengampunan, dan belas kasihan masih terbuka lebar. Tahukah kamu, diujung sana ada seseorang yang mencintaimu? Bahkan rela mati untukmu? Apabila seekor anjing tahu bagaimana berlaku setia terhadap tuannya, apalagi Allah.
Ia setia kepada kita, karena kita adalah ciptaanNya, dan Ia mengasihi kita. Mungkin sekali Engkau menolak cintaNya, tapi Dia tidak akan menyerah. Ia akan tetap terus berusaha, supaya engkau boleh kembali lagi menjadi milikNya. Lihat saja, aku percaya, suatu saat annti engkau akan menemukan, bahwa kasihNya begitu panjang dan lebar. Kasih setiaNya tidak pernah berubah untuk selama2nya.
Masih mungkin bagi kita untuk lari dari kejaran cowok yang gak kita suka . Lari dari telponnya, atau smsnya. Tapi aku percaya, engkau tidak dapat lari dari kasihNya. He’ll find you, and He’ll catch you! Gunung boleh menghadang, badai boleh menerjang. Tapi apapun yang terjadi, tidak ada satupun yang dapat menghentikan cintaNya dan kasihNya kepadamu.
Jadi bagaimana, jika di antara mereka ada yang tidak setia, dapatkah ketidaksetiaan itu membatalkan kesetiaan Allah? (Rom 3:3)
Allah, yang memanggil kamu kepada persekutuan dengan Anak-Nya Yesus Kristus, Tuhan kita, adalah setia (1Cor:9)
Benarlah perkataan ini: "Jika kita mati dengan Dia, kitapun akan hidup dengan Dia; jika kita bertekun, kitapun akan ikut memerintah dengan Dia; jika kita menyangkal Dia, Diapun akan menyangkal kita; jika kita tidak setia, Dia tetap setia, karena Dia tidak dapat menyangkal diri-Nya." 2 Tim 2:12-13
.: Lord, I thank you for the salvation!:.


No comments:
Post a Comment