Sunday, September 25, 2005

Puzzle Of Life

Suatu hari, sepupu Mee mengirimkan hadiah kepada Mee. Setelah dibuka, dia ngasih puzzle bergambar Disney sekeluarga (Gufi, Donal Bebek, dkk) Jumlahnya ada sekitar 5000 biji. Pas itu Mee masih SMP. Buat Mee, puzzle bukanlah hal yang gampang. Mesti dicoba sana sini, ada ribuan keping yang terdiri dari warna dan bentuk berbeda. Kadang2 ada bentuk yang Mee yakinin cocok, tapi ternyata setelah disambungin, bagian bawahnya gak cocok, dst. Hal itu cukup membuat judeg (gila dalam arti kata sebel)

Dari situ saya belajar melatih kesabaran dan ketelatenan. Ketika saya berulangkali gagal memasangkan sebuah puzzle dengan puzzle yang lainnya, saya harus belajar percaya, bahwa disekian ribu pieces puzzle yang lain, pasti ada pasangan yang cocok. Dengan berbekal keyakinan yang satu ini, Mee tetap berusaha memasangkan puzzle itu sampe ketemu pasangannya. Ngabisin waktu? Cape? Itu pasti! Tapi sama pastinya kalo puzzle itu ada pasangannya.

Sama kayak hidup kita. Di tengah jutaan manusia yang kita lihat, pasti ada satu manusia yang ditakdirkan untuk menjadi pasangan hidup kita. Mee yakin bahwa Allah adalah Allah yang menyediakan, termasuk masalah pasangan hidup.

Dari sekian ratus teman kita/ teman spesial kita, kita harus percaya bahwa Tuhan udah nyediain yang terbaik buat kita. Pasti bakal ada yang cocok. Pasti bakal ketemu. Tapi inget, dengan waktunya Tuhan, bukan waktu kita.

Seringkali kita ga sabar janji Tuhan tergenapi dalam kehidupan kita. Seringkali kita bertanya-tanya; 'Tuhan, kapan PHku dateng?', atau 'Tuhan kapan aku bisa punya rumah yang lebih bagus?' ato" Kapan aku dapet pekerjaan yang lebih baik?'

Rasanya gak sabar, Tuhan. Mosok aku njomblo terus? Mosok aku tinggal di rumah 3x4 terus? Mosok aku kerja dengan gaji 750ribu/bulan terus?
Mee percaya, Tuhan adalah Allah yang memegang teguh perjanjian dengan umatNya. Namun sering sekali kita ga sabar. Kita seringkali maunya instant tanpa melalui proses. Ngerti ga sih, kadang2 Tuhan mengijinkan hal2 terjadi dalam kehidupan kita sebagi proses pendewasaan diri?

Terkadang kita diijinkan bertemu orang yang salah supaya kita bisa menghargai pasangan kita nantinya
Terkadang kita diijinkan tinggal di rumah yang sederhana supaya bisa mensyukuri bahwa kita masih diberi tempat tinggal, dan bukannya gubuk.
Terkadang kita diberi pekerjaan yang standar supaya kita bisa mengurus keuangan dengan lebih baik nantinya.

Tuhan tau semua, dan Dia sudah menyiapkan yang terindah sesuai dengan waktuNya. Bukan waktu kita. Kita seringkali lebih ingin sesuatu yang instan. Rohani yang instan, keberhasilan yang instan, PH yang instant, tanpa mau bersusah-susah dahulu. Kita maunya melihat hasil akhir, tapi ga mau melakukan proses. Kita lebih suka langsung menerima berkat tanpa mau berjuang demi itu semua. Inget guys, bagi Allah tidak ada sesuatu yang sifatnya instant!

Mee mengajak kalian untuk mulai menikmati proses. Mungkin saat ini kalian belum menerima berkat2 Allah. Tapi mulailah bersyukur untuk anugrah keslamatan yang sudah Dia berikan untuk orang2 berdosa, orang2 yang ga layak seperti kita. Belajaralah menikmati proses, dan nikmati. Ambilah dan renungkan kebaikan Tuhan. Dan mulai berhenti mengeluh dan bertanya2 kapan kepada Tuhan. Lihatlah kebaikan Tuhan yang ada disetiap 'penderitaan yang Tuhan ijinkan terjadi dalam kehidupan kita'.

Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apapun di bawah langit ada waktunya. Ia
membuat segala sesuatu indah pada waktuNya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir. Tentang anak-anak manusia aku berkata dalam hati: "Allah hendak menguji mereka..."(Pengkotbah 3)


RencanaNya itu indah, soal PH, itu terserah DIA, DIA yang menyediakan sesuai kehendakNYA. Demi kebaikan kita orang2 yang mengasihi DIA, spt di roma 8:28 "Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah."
Dedicated to Someone Special: Believe me! Daddy udah nyediain satu puzzle khusus untuk kamu! Dia menyediakan segala sesuatu tepat pada waktunya. Tuhan udah bimbing kamu 25 tahun, dan Dia pasti akan terus membimbingmu sampai nanti. Tetep berjuang ya? You know that I've been praying for you. Now and forever. I Love You! Jiaou Yu ya?? Ayoo cari condo yang baru... Untuk sementara, nikmati status jomblonya dulu deh :)

No comments: