
Lagi pengen nangis. Lagi sedih luar biasa. Lagi-lagi Mee harus menghadapi kenyataan bahwa apa yg Mee harapkan ga bisa jadi kenyataan. Mee sedih karena ini menyangkut masa depan Mee. dan Mee sedih karena kok kayaknya dalem hidup ini Mee dipermainkan.
Tapi kayaknya sebanyak apapun air mata yang menetes, sebanyak apapun sesegukan yang Mee keluarkan, gak akan mengubah apapun.
Kayaknya saat-saat ini adalah saat yang tepat buat nangis di bawah kakinya. Mengeluarkan semua sakit, semua perih, dan semua kekecewaan. Apa yang sudah menjadi luka, mungkin ga akan selesai pada waktu itu juga. Akan tetap ada luka, tapi paling ngga kita punya kekuatan untuk menghadapi dunia lagi.
Dunia boleh bikin kita terluka, bikin kita kecewa. Tapi paling ngga, beban kita akan berkurang kalo kita tahu bahwa ada seseorang disana yang peduli pada kita.
"I will lift up my eyes to the hillsFrom whence comes my help? My help [comes] from the LORD, Who made heaven and earth." Psalm 121:1-2Hari in lagi inget sama satu verse ini: "Karena masa depan sungguh ada, dan harapanmu tidak akan hilang" Amsal 23:8. Well, mungkin untuk saat ini, keliatannya apayang menjadi harapan Mee mungkin blum terjadi. Tapi I know God must know my desiree. Masa depanku PASTI ADA, bersama Dia.

No comments:
Post a Comment