Setelah sekian lamanya ga pernah ngebus, hari ini Mee nge-bus dengan dede Mee yang namanya Felis. Mee sadar, banyak waktu yang terbuang selama ini. Kalo biasanya di mobil berAC kita sama2 ngantuk, dan akhirnya malah bobo di mobil, tapi hari ini karena ngebus, kita bisa berceloteh celoteh ria.
Karena di bus (yang sumpek, dan agak messy), kita adalah penumpang yang tercantik dan termanis loh. Soalnya kita paling manis, paling wangi, paling putih, paling harum diantar penumpang2 yang lain. Ada beberapa dari mereka yg memandangi Mee dengan aneh. Justru Mee sama Felis gapeduli, kita malah saling bercanda dengan jayusnya.
Mee : Tau ga, aku sudah membawa senjataku ke sini *sambil ubek2 tas tangan*
Felis: Apaan coba?
Mee : *ngluarin kipas, lalu kipas2* (krn bus non AC, Mee udah membawa 'senjata' dr rumah, berupa kipas!) inilah senjata penghancur musuh, kipas kipas bambu!
Felis: *ngakak*, Nggilani tau gak (sambil ketawa2)
Mee : *Kipas2* Ini namanya Jurus kipas penyelamat nyawa
Felis: *ngakak tambah keras* Nggilani! ato aku ga mau ngakui kamu ceceku!
Mee: *ngakak juga* tau ga, kalo tanganku cape kipas2, aku punya jurus pembunuh yang lain
Felis: Oyaah? Apa coba
Mee: *berhenti berkipas, malah skrg kepalanya yg bergoyang2 diatas kipas* Ini namanya jurus kepala putri kipas
Felis: *ngakak ta,bah keras* Hahahaha!! Kamu kayak burung perkutut tau ga!
Sejenak kemudian Mee menghela napas dan melihat keadaan sekeliling. Life sometimes feel so hard, and it seems so unfair. Banyak hal-hal yang berubah sedemikian cepat, terkadang jauh dari apa yang bisa kita harapkan.
Tetapi ketika Mee melihat pengamen di bus demi mencari sedikit uang buat makan, dan orang-orang yang jauh lebih mengenaskan nasibnya daripada Mee, jujur dalam hati Mee bersyukur.
Ya Tuhan, dalam kesesakanku aku bersyukur, dan aku merasakan Engkau terlalu baik. Engkau baik, Tuhan. Aku masih punya keluarga, masi punya adik, dan sahabat2 yang tidak pergi meninggalkanku meskipun aku berada dalam saat2 yang kelam.Dalam keheningan malam di bus kota, menuju Mall Tunjungan, hatiku sungguh bersyukur. Terimakasih Tuhan.

No comments:
Post a Comment