Monday, August 29, 2005

Sakit Parah

Sakit terparah yang pernah Mee alamin adalah gejala ginjal dan infeksi saluran insipidus. Panas berhari-hari dan gak turun2. Dibawa ke dokter,disuruh di opname di RS. Ehh, udah berhari2 di hospital, tu dokter ga tau Mee sakit apa. Akhirnya Mee tes macam2 deh, tes darah, di rontgen, dimasukin cityscan,wahhh macem2. Tes urin yang paling akhir, dr situ Mee ketauan kalo Mee kena gejala ginjal. Hampir ada batu yg mengkristal di ginjal Mee. Setelah puas di masukin slang macem2, mulai dr slang infus (yang berganti2 di tangan kanan-kiri) slang makanan, slang ini itu, disuntik macem2, dohh menderita pokoknya waktu itu, akhirnya Mee diperbolehkan pulang.

Dokter bilang sama mum, kalo Mee tuh kurang minum. Emang si, Mee tu jarang minum kalo ga bener2 haus. Mee bukan org yang bisa abisin minimal 10 gelas perhari. Tapi gara- gara sakit itu, Mee di harusin mama minum Aqua boto yg paling gede (bukan galon loh yaaa) sebanyak 5 botol sehari.Buat Mee itu adalah hal yang paling menyiksa.
Boro2 minum 1 botol sehari, 5 gelas kecil sehari aja udah untung. Mee gara-gara dikasi botol segeda gajah gitu, Mee termotivasi buat abisini terus. Yah, sempet sih merasakan kekenyangan karena air minum. Sampe enek rasanya liat aer karena terlalu banyak aer yang masuk ke mulut. Waktu itu, Mee sempet sebel dan bertanya-tanya "dohhh, kapan sih air ini abis? Kok rasanya gak abis-abis ya?"
Sebetulnya sampe sekarang Mee masih sukar minum sih. Tapi Mee mengatasinya dengan beli mug plastik yang tinggi. Jd sekali tenggak bisa banyak. Dan Mee tahu, semakin besar gelas yg Mee pake, brati semakin banyak aer yang abis, dan akhirnya semakin sehat Mee.

Sama kayak Tuhan. Kadangkala kita ga mengerti, kenapa begitu banyak penderitaan yang harus kita lalui. Siapa sih yang mau penderitaan? Kayaknya ga ada deh. Semua orang di dunia ini sebis mungkin akan menghindai yang namanya penderitaan. Tapi semakin lama kita hidup di dunia yang kejam ini, kita akan sadar bahwa yang namanya hidup tanpa penderitaan itu gak mungkin.

Mee bicara penderitaan dalam konteks kesusahan. Setiap orang pasti pernah merasakan namanya kesusahan. Tapi kayaknya, semakin lama kita hidu kesusahan itu kok terasa tidak selesai-selesai ya? Apalagi di Indo BBM akan naik, gas elpiji akan naik, yang brati harga kebutuhan sehari2 akan naik, sementara pendapatan perkapita ngga naik-naik. Susah.. susah... apa sih maunya Tuhan ini?

Mungkin kita sempat mengeluh sama Tuhan. "Tuhan kok rasanya persoalan hidupku gak selese2 ya? Berangkat kerja/sekolah mesti naik angkot, mana ga disayang ortu, mama/ papa akan bercerai, gaji yang diimpi2kan ga dapet2, ehhhh sekarang hidup itu tambah lebih susah. Kapan sih saya bisa hidup senang, hidup enak, gaji naik, saya bisa liburan ke luar negeri, kapan si mama papa sayang sama saya, kapan si saya ketemu suami yang mo ngerti saya, etc etc dan sejuta pertanyaan yang berkecamuk di pikiran kita.Mungkin kita suah muak dengan yang namanya kesusahan, penderitaan. Susah lagi susah lagi, menderita lagi menderita lagi.

Lewat sakit yang saya alami, lewat minum galonan air yang masuk ke perut saya, saya tau bahwa sebenernya saya sedang memperbesar kapasitas saya untuk menelan air. Dan semakin banyak air yang saya telan, saya akan lebih dekat menuju kesembuhan.

Begitu juga dengan kesusahan dan penderitaan hidup yang kita alami. Mungkin kita sudah bosa, sudah eneg dengan yang namanya penderitaan. Tapi saya tahu pasti, lewat sana sebenarnya kapasitas saya akan diperbesar. Saya tahu, saya dilahirkan untuk menjadi luar biasa. Saya juga tahu, kita semua adalah lebih dari pemenang, kita adalah kepala dan bukan ekor.
Mungkin saya tidak tahu apa yang akan terjadi di depan, terlebih lagi buat bangsa ini. Tapi saya tahu, bahwa segala sesuatu mendatangkan kebaikan. Termasuk kesusahan dan penderitaan.

Responi setiap masalah dan penderitaan yang terjadi dalam hidup kita, adalah suatu jalan untuk memperbesar kapasitas kita. Sebab kita ditakdirkan untuk menjadi pemenang. Mungkin masalah bisa datang, tapi saya yakin saya bisa menang. Daddy menuntun saya, selangkah demi selangkah, menuju kemuliaan.
Yes. 54:3 "Sebab engkau akan mengembang ke kanan dan ke kiri, keturunanmu akan memperoleh tempat bangsa-bangsa, dan akan mendiami kota-kota yang sunyi.

Kol. 3:2 Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi"
Surabaya, 29 Agustus 2005
Dedicated to Daddy:
I know I will soar with you Dad, just lead me the way



No comments: