Thursday, June 01, 2006

Bitter


Image and video hosting by TinyPic

Makasih ya teman2, tetap setia mengunjungi blogku meski beberapa hari ini aku memutuskan berdiam diri di kamar dan merenungkan banyak hal. Kemaren2 aku sebenernya lagi ada masalah. Sebenernya bukan besarnya masalah, tapi di dalam masalah itu aku bener2 jadi pahit (bitter) sama beberapa orang. Dan sempat juga aku mau menyerah. Bahkan aku hampir menyalahkan Tuhan atas smua yang terjadi.

Berhari2 aku merenung dan banyak menangis. Pahit yang ada di hatiku, membuat aku ga bisa bersukacita. Kebanyakan hari2ku aku isi dengan mengeluh, mengomel dan mengomel, bahkan sama sekali ga bisa berdoa.
Believe me, ketika dalam kepaitan dan dalam masalah, sangat susah bagi kita untuk tetap bersyukur dan bersukacita. Nampaknya ga ada alasan kan buat bersukacita?
Bersukacitalah senantiasa.Tetaplah berdoa. Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.(I Tes 5:16-18)
Dan aku berkata kepada Tuhan dan mulai menyangsikanNya:
"Tuhan aku sudah begini2 balblablablabal tapi mana, aku gak liat pertolonganMu, aku gak liat campur tangaMu. Mana buktinya, toh si A tetep gini malah dia berniat gini, ngacauin hidupku. Dimanakah Engkau?"

Mungkin setelah beberapa hari nangis, mengeluh dan mengomel, Tuhan kasih inget ayat ini:
Sekalipun pohon ara tidak berbunga, pohon anggur tidak berbuah, hasil pohon zaitun mengecewakan, sekalipun ladang-ladang tidak menghasilkan bahan makanan, kambing domba terhalau dari kurungan, dan tidak ada lembu sapi dalam kandang,namun aku akan bersorak-sorak di dalam TUHAN, beria-ria didalam Allah yang menyelamatkan aku.ALLAH Tuhanku itu kekuatanku: Ia membuat kakiku seperti kaki rusa, Ia membiarkan aku berjejak di bukit-bukitku. (Habakuk 3:17-19)
Sangat susah bukan, bersukacita ketika kita gak punya alasan buat bersukacita, ketika kita dalam badai dan hanya bisa melihat kegelapan.
tapi aku meluai berpikir. Ah, Tuhan sudah menayatkan kebaikannya padaku seumur hidupku. 25 tahun lebih Tuhan sudah setia sama aku, dan aku percaya, pasti Tuhan besertaku melewati smua badai ini.

Aku punya 1001 alasan untuk tidak bersukacita, dan sejuta pertanyaan untuk menyangsikan kebesaran Tuhan. Tapi aku memutuskan untuk tetap mempercayaiNya, untuk tetap bersukacita. Karena alasan bersukacita sebenarnya ketika Ia sudah menebusku lunas diatas kayu salib.
Mzm. 118:24 Inilah hari yang dijadikan TUHAN, marilah kita bersorak-sorak dan bersukacita karenanya!
Dear Lord : Thank You for being here with me

No comments: