Thursday, September 08, 2005

Make a difference

Image hosted by TinyPic.com

Beberapa hari yang lalu saya beli mi duk-duk malem2 didepan rumah. Ada bbrp org lain selain saya yg beli mi duk-duk. Mereka membicarakan ttg keadaan ekonomi Indonesia yang lagi kacau belakangan ini. Dan kemudian mereka saling mengumpat.
“Indonesia ini Negara brengsek, apa2 gak bias diharapkan, mati saja deh Negara kayak gini”
“iya, rakyat kecil ga bisa makan, malah pemerintah korupsi seenaknya saja. Indonesia jangkrik!!”

Saya gak kenal mereka semuanya, cuman hati saya miris sekali, kenapa org2 bisa berbicara begitu ttg negerinya sendiri? I mean, kita semua tahu kalo memang Negara kita lagi menghadapi masalah besar. Selain kelangkaan BBM & listrik, kenaikan tarif tol, dan BBM, yg berarti juga kenaikan harga bahan2 pokok. Belum lagi kasus korupsi, judi, narkoba, bln lagi gelar Negara terkorup di dunia ke 2 setelah Pakistan. Banggakah saya sebagai bangsa Indonesia dengan semua permasalahan itu? Dengan mentalnya bangsa ini dengan suap, dan apapun yg bisa dibeli dengan uang. Dengan pelayanan pemerintah yang lamban?

Tidak, saya tidak bangga sama sekali.

Saya justru sedih ketika polisi meminta sejumlah uang ketika saya ditilang , saya sedih ketika keluarga saya ada perkara dgn peradilan dan mereka meminta sejulmah uang demi keputusan hakim yg beratasnamakan hukum, saya sedih karena kebenaran di Indonesia terkesan abu-abu.

Saya sedih… amat sedih. Saya sedih karena mungkin setelah semua ini, harga-harga akan melambung tinggi, dan mungkin gaji saya tidak akan mengalami kenaikan. Saya sedih karena saya tahu sebentar lagi tarif angkot akan naik. Saya juga ikut menderita akibat permasalahan yang dialami oleh negara ini.

Tapi itu tidak bisa menjadikan alasan bagi saya untuk mengutuki bangsa ini. Saya tau bangsa ini mentalnya sudah sangat bobrok. Tapi saya pikir, sudah terlalu banyak orang yang mengutuki bangsa ini. satu org pengutuk lagi tidak akan memperbaiki keadaan. Bila semua orang di Indonesia hanya bisa mengutuk, maka tidak ada lagi harapan buat bangsa ini.

Bangsa ini butuh lutut2 yang mau berdoa bagi bangsa ini. Bangsa ini butuh hati yang mau memberkati Indonesia.

Memberkati Indonesia? Seems imposible? Mungkin. Tapi cobalah untuk membuat perubahan. Tidaklah mudah memperbaiki keadaan bangsa ini setelah bertahun2 diperas habis2an, hidup dari hutang luar negeri.

Sama seperti menonton sebuah pertandingan sepak bola. Amatlah mudah bergembira dan menyanjung2 apabila timnya menang. Dan semua orang bisa dengan mudahnya mengutuk apabila kesebelasan kesayangannya kalah. Tapi bayangkan apabila anda sendiri yang harus bermain di lapangan, mengejar dan menggelinding bola, berpeluh dan bercucuran keringat. Apakah semudah kata2 makian yang anda keluarkan ketika tim anda kalah? Tentu tidak. Bersorak dipinggir lapangan adalah hal yang berbeda ketika anda ambil alih langsung di dalam lapangan.

Yang sebenarnya Negara ini butuhkan bukanlah makian. Melainkan dukungan. Tidak mudah menyelesaikan masalah Negara ini hanya dalam waktu 5 tahun kepemimpinan. Anda tak perlu kuatir, saya bukanlah pendukung partai politik manapun. Berilah kepercayaan, dukung bangsa dan Negara ini, berhentilah memaki, mulailah ucapkan berkat bagi bangsa dan Negara ini.

Mungkin banyak yang berkata, satu ucapan berkat tidak akan mengubah keadaan Indonesia yang sudah bobrok ini. dan saya tahu hal itu juga. Tapi saya juga lebih tahu, bahwa Negara ini ada atas kuasa Tuhan. Saya juga tahu, bahwa Allah sanggup melakukan sesuatu diluar akal sehat manusia.

Mungkin Tuhan tidak akan menghapus korupsi yang ada di Indonesia dalam sekejap, mungkin Tuhan sedang mempunyai rencana yang lain, mungkin Tuhan kelihatannya sedang berdiam. Tapi saya tahu bahwa dia akan melihat orang yang punya hati dan beban buat Negara ini. bukan hanya sekedar orang yang numpang hidup dan hanya bisa mengumpat terhadap Negara ini.

Tuhan butuh orang orang yang mau berlutut buat bagsa ini, tuhan butuh orang2 yang punya hati dan beban buat bangsa ini. do something! Make a diferrence, mungkin yang bisa anda lakukan hanyalah sebuah doa. “tuhan ampunilan bangsa ini, kembalikan bangsa ini kepadaMu”. Tapi itu akan jauh lebih berarti daripada tidak melakukan apa2.

Ini yang akan saya lakukan. Saya akan membuat perubahan, tidak peduli apapun yang terjadi, seandainya tidak terjadi apapun, saya tahu dan Dia juga tahu, bahwa saya sudah melakukan yang terbaik yang bisa saya lakukan. Saya akan berdoa bagi bangsa dan negeri ini, tidak peduli apapun yang terjadi.

Yer. 29:7 "Usahakanlah kesejahteraan kota ke mana kamu Aku buang, dan
berdoalah untuk kota itu kepada TUHAN, sebab kesejahteraannya adalah
kesejahteraanmu"


Rom 13:14a "Karena pemerintah adalah hamba Allah untuk kebaikanmu"

"Ask not what your country can do for you; ask what you can do for your country." -John F. Kennedy (JFK)


Sudahkah anda melakukan sesuatu yang berguna bagi bangsa dan negara anda? Sudahkah anda mengusahakan kesejahteraan bagi kota anda, negara anda? Bila belum, mungkin anda bisa memulai sebuah perbedaan bersama saya. Mulailah berdoa.
"dan umat-Ku, yang atasnya nama-Ku disebut, merendahkan diri, berdoa dan mencari wajah-Ku, lalu berbalik dari jalan-jalannya yang jahat, maka Aku akan mendengar dari sorga dan mengampuni dosa mereka, serta memulihkan negeri mereka" Taw 2:17
"Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya' Yak 5:16

Aku rindu Indonesia demi kemulianMu, Tuhan.. Pulihkan negeriku..

No comments: