Udah, Mee baru saja balik dari Balikpapan. Jujur, Mee sekarang bawaannya tambah sedih. Ujung-ujungnya, tambah sensitif bawaannya.
For someone there:
Maaf kalo aku sudah nyakitin kamu. Aku ga bermaksud berbicara ketus atau ngejudge kamu. Aku hanya berbicara mengenai apa yang aku ketahui ttg kamu. Maaf kalau itu sudah menyakitkan kamu. Mungkin waktu yg terbentang sudah merubah kita masing-masing ya? Entahlah.
Aku jadi serba salah. Aku bener-bener tidak bermaksud untuk membuatmu marah. Well, aku tau konsekwensinya. Mungkin aku saja ya, yang gak siap sama kemarahanmu. Kalau misalnya semua ceritaku mengganggu konsentrasimu untuk belajar, aku minta maaf. Mungkin sudah terlalu banyak aku menyusahkanmu. Maaf ya.. Jadi pelajaran buat Cimi untuk belajar memilih kata2 buat di ceritakan ya? I'm so sorry. Would you forgive me?
Jujur, bbrp saat, Cimi terdiam. Sediiihhh banget. Sedih luar biasa. Ga pernah berantem sama temen satu ini, trus tiba2 terjadi seperti begini, jadi sedih luar biasa. Sampai nangis2 sendiri.Aku cuma ga bermaksud. Sungguh...
Pas lagi sedih, Cimi buka Bible, lalu keluar pembatas buku dari seorang sahabat.
Dearest Mia;
Belajarlah untuk berpikir,
bertindak, baru merasakan. Bukan bertindak, merasakan, baru
berpikir!
"... Ya Tuhan, karena inilah hatiku mengharapkan Engkau,
tenangkanlah rohku, buatlah aku sehat, buatlah aku sembuh..."(Yesaya 38:16)In Christ, Daisy.

No comments:
Post a Comment