Written by Grace
Love. Cinta. Ai. Mahal (ini bahasa Filipina buat cinta, diajarin ama temen co saya) Duh kalau udeh ketemu kata2 itu, entah dalam bahasa apapun (di sini kalau kenalan ama orang manapun en isenk2 pengen belajar sedikit bahasa mereka, maka kata ‘I love you’ itu pasti yang harus dipelajarin. Hehehe) itu kata yang paling umum en sekaligus bikin pusink. Barusan sebelon nulis ini saya liat kamus mandarin-mandarin. Cari arti kata ‘ai’. Disitu tertulis (terjemahan bebas) perasaan yang mendalam terhadap seseorang.
So pas saya nulis, the definition of love, saya juga bingung mau nulis apa. Abis ada segudang en jutaan pemahaman tentang love. Ada 1 lagu yang judulnya Perhaps Love, yang nyanyi John Denver.
“Love to some is like a cloud, to some as strong as steel
for some a way of living, for some a way to feel
and some say love is holding on
and some say love is letting go
and some say love is everything, some say they don’t know”
saya suka lagu ini. Soalnya kata2nya ‘lucu’. Bagi sebagian orang cinta itu ‘holding on’. Bagi yang laen cinta itu ‘letting go’. aneh yah?! gimana mungkin untuk 1 kata yang sama ada bermacam-macam definisi yang berbeda bahkan bertolak belakang.
kalau menurut saya sendiri, cinta sejati itu ‘fight’ en berkorban. Kenapa saya bisa bilang begitu?! Karena satu2nya cinta sejati yang saya kenal di dunia ini adalah cinta yang berjuang dan berkorban. Satu2nya cinta sejati yang saya tau dan saya rasakan, itu cinta yang aktif dan bukan yang pasif.
Tiap kali menjelang Paskah en Jumat Agung, satu hal yang selalu saya pikirkan, tentang cinta Tuhan. ‘Bout His Love.
Rasanya saya betul2 bersyukur tiap kali mengingat His love. Untunglah, Tuhan yang saya kenal ngga punya pemahaman cinta seperti Khalil Gibran, “if you love someone set her free … if she’s yours she will come back to you.” Kalau Tuhan punya pemahaman cinta seperti itu, MATILAH SAYA … karena sekarang saya pasti masih terhilang entah kemana … mungkin saya sudah bunuh diri dari kapan-kapan.
Kalau ada yang tanya kenapa loe jadi Kristen?! Saya pikir ada jutaan jawaban teologis untuk bisa menjawab itu, ada banyak doktrin yang bisa dikatakan. Tapi buat saya pribadi, kenapa saya jadi Kristen, karena Tuhan semesta Alam sudah memenangkan hati saya. Cinta Tuhan yang kuat membuat saya bertekuk lutut di hadapan Tuhan. Bukan paksaan, bukan iming2 surga, sekedar iming2 berkat. Tuhan kagak pake otoritas yang Dia punya untuk membuat saya jatuh cinta sama Tuhan. Tapi betul2 cinta Tuhan yang kuat yang membuat saya akhirnya mengaku hanya ada 1 cinta sejati di dunia ini.
Padahal kalau Tuhan mau, Dia mestinya sih ngga perlu turun ke dunia, cape2 jadi manusia. Pake acara disalib segala. Atau ok lah, Tuhan disalib untuk memenuhi nubuat para nabi2. tapi kalau Tuhan mau, sehabis disalib yah sudah … naek lagi ke surga trus tinggal ongkang-ongkang kaki. Yang mau percaya yah percaya … kalau ngga percaya yah sudah … let him/her go.
Kayu salib itu sudah cukup. Tapi kenapa Tuhan masih mau menemani saya, kenapa Tuhan masih mau repot2 menjaga saya, hadir dalam malam2 kesepian saya, berulang kali membuktikan kesetiaan-Nya yang seperti perisai, cape2 nyusun rencana masa depan yang indah buat saya … kenapa Tuhan mau menyatakan diri-Nya secara pribadi buat saya, kenapa Tuhan masih mau buang2 waktu untuk meyakinkan saya … bahkan sesudah saya mengakui bahwa hanya ada 1 cinta sejati, Tuhan masih tetap membuktikan cinta-Nya setiap hari.
Kadang saya pengen tereak, Tuhan mestinya kayu salib saja sudah cukup! Itu sudah lebih dari cukup … Tuhan mestinya ngga perlu cape2 menyatakan diri secara pribadi sama saya … kayu salib mestinya sudah cukup …
Tapi dari situlah saya belajar bahwa ada Cinta Tuhan yang kuat, lebih kuat dari maut … lebih kuat dari kelemahan2 saya, lebih kuat dari masa lalu saya. Cinta dari Tuhan yang idup. Cinta Tuhan yang tidak berakhir di Golgota. Golgota adalah sebuah tonggak dari cinta Tuhan yang tidak berakhir. Selepas golgota, cinta itu masih tetap ada … dan terus ada.
Saya belajar mengenal ada cinta yang mau berjuang, ada cinta yang mau berkorban. Bukan cinta yang pasif dan pasrah. Tapi cinta yang mau berusaha, yang mau berkorban.
Di tengah dunia dengan segala definisi yang membingungkan tentang cinta, definisi yang bertolak belakang, di tengah kaum2 filsuf yang mencoba merangkai kata untuk menjabarkan cinta, saya tau ada sesuatu yang nyata. Ada bukti tentang cinta. Bukan cuman permainan kata yang sampe kiamat ngga akan pernah bisa menyatakan cinta itu sendiri. Ada bukti tentang cinta yang idup dan kuat … cinta yang tidak berakhir di Golgota.
China, 21 maret 2004
mengenang Golgota
cinta yang lebih kuat dari maut …
Saturday, March 20, 2004
Perhaps Love
Posted by
Meechan
at
13:53
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment