Saturday, December 20, 2003

Tuhan, aku takut....

Mee harus menghadapi sesuatu yang ternyata tanpa Mee sadari,Mee masih luka sama hal yang sama. Ada orang yang dah setia, menunggu jawaban Mee selama beberapa bulan ini. Apakah Mee bisa menjalin hubungan ke arah yang lebih serius, atau tetep berteman?
Semakin hari- semakin dekat tenggat waktu yang diberikan. Sebentar lagi Mee harus jawab antara ya dan tidak. Semakin hari, persoalan ini semakin membingungkan. Berjuta pertanyaan berkecamuk di pikiranku?

Bagaimana bila dia bukan orang yang tepat? Bisakah dia menjadi suami yang setia bagiku, dan ayah yang baik bagi anak-anakku?
Bagaimana apabila dia meninggalkan aku? Apakah dia seseorang yang setia, loyal, dan dapat dipercaya? Bagaimana kalo aku mengulangi kesalahan yang sama dengan orang tuaku sehingga bercerai? Tuhan, sudah cukup aku yang tahu betapa pedihnya melihat orang tua bercerai. Aku nggak kepingin anak-anakku melihat aku bercerai.
Bagaimana bila ini... bagaimana bila itu?
Aku nggak bisa membiarkan diriku hanya sekedar coba-coba. Aku nggak mau mempertaruhkan hidupku hanya untuk sekedar coba-coba.


Semakin dekat tenggat waktu yang diberikan, semakin stress Mee. Rasanya mau nangisssss (eh udah nangis sih) Mee inget janji ama Little Mashimaru, bahwa Mee akan berusaha tegar. Ya udah, Mee cuman menangis dalam hati. Tapi ternyata Mee ketakutan ditembak.
Well, bukan masalah Mee seneng orangnya apa endak, cuman masalahnya ternyata Mee ketakutan dengan masa lalu Mee. Orang tua Mee bercerai. Itu cukup dah membuat luka dalam hati Mee. Cukup pahit, sehingga Mee selalu kecentoknya dimasalah komitmen.
Tadi maunya sih cerita sama seseorang, tapi no one else, selain Tuhan.Mee masuk kamar, lalu menangis. Mee bilang, Tuhan Engkau tahu hatiku, melebihi aku mengetahui diriku sendiri. Engkau tahu bahwa aku begitu takut. Aku takut akan masa depanku, aku takut berkomitmen, aku takut semuanya.Bagaimana bila dia bukan orang yang tepat? Bagaimana bila dia akan menyakiti hatiku? Bagaimana dan sejuta bagaimana lagi Mee katakan di hadapan Tuhan. Air mata ini menetes satu persatu. Lama- lama makin deras.

Tuhan membiarkan Mee menangis beberapa saat, sampe air mata itu reda. Mee tersengguk sedih. Mee bilang semua tentang perasaan Mee; bahwa apa yang Mee alami sekarang ini sudah cukup membuat Mee takut setengah mati.
Tuhan berkata gini: Nik, Aku mengetahui segala sesuatu tentang dirimu. Aku mengetahui ketakutan-ketakutanmu, Aku mengetahui masa lalumu. tetapi aku juga mengetahui masa depanmu.

Yer. 29:11 Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.

Masa depan yang ada padaKu adalah masa depan yang penuh damai sejahtera, bukan rancangan kecelakaan. Yang perlu engkau lakukan, hanya berserah dan percaya. Masa depan itu sungguh ada, Nik. Masa depan yang penuh rancangan kebaikan. Manusia merancang- rancang masa depannya, namun aku tahu apa yang terbaik bagi mereka.

Ams. 23:18 Karena masa depan sungguh ada, dan harapanmu tidak akan hilang.

Pengkotbah 3:11 Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir.


Mee terdiam. Speechless...
-my prayer-Tuhan, bantu aku melupakan masa laluku. Ajarku berharap kepadamu, karena aku tahu rancanganMu yang terbaik bagiku. Bimbing aku ya Tuhan... Aku bersyukur mempunyai Allah yang mengenal diriku bahkan lebih tahu drpada aku mengenal diriku

Sayup-sayup terdengar lagu:
Tuhan inilah yang kutahu
Kau mengenal hatiku
......
Melebihi semua
yang terdekat sekalipun


Note: For someone there, wait for my answer. Thank you for has been waiting for almost a half year.

No comments: